Berlari Menggapai Tujuan

Ketika saya mulai mengisi blog saya dengan tulisan dan menerbitkannya, seorang sahabat Tan Rusydov saya berkomentar “ente berlari lebih kencang”😀. Saya sangat paham maksudnya. Dulu pertama saya kenal dengan Tan di facebook, saya banyak membaca tulisan tulisannya yang bertajuk “kawat”. Tulisan yang bagus, rada nyentil dan sedikit rumit memang. Tapi ‘kawat-kawat” Tan selalu dinanti para pembacanya. Saya sering berpikir, saya ingin menulis seperti Tan dan sahabat sahabat lainnya yang sudah lebih dulu eksis menulis di jejaring sosial. Waktu itu saya masih sangat pemula dan malu malu.

Waktu berlalu, seiring dengan berkembangnya pertemanan saya, saya terperangkap diantara orang orang yang gemar menulis. Saya akhirnya tertulari virus menulis, yang pada saat itu dikenalkan oleh seorang ‘raja tulisan’ Ersis Warmansyah Abbas dengan “Ersis Writing Theory”nya. Dalam EWT ini sangat diberikan ruang kebebasan unutk menulis, menuangkan isi pikiran dan hati. Tak ada teori aturan khusus yang mengikat yang memberatkan. Para penulis pemula benar benar mendapat angin baru dalam dunia tulis menulis yang selama ini banyak “hantu ketakutan”nya. Di EWT itu menulis itu hanya melakukan. Itu saja! Meskipun anda  paham 1001 teori menulis kalau tak pernah melakukan praktek menulis, maka wujudnya takkan pernah kelihatan.

Gambar

Dari sinilah keberanian saya untuk memulai eksplorasi tulisan tulisan saya. Semua ide yang ada di pikiran saya tertuang begitu saja, saya tak membiarkannya lagi terpendam, mengendap di pikiran saya. Saya sangat menyadari tulisan saya masih jauh dari rating bagus, tapi saya kira tidak jelek jelek amat juga😀. Semua itu hanya masalah proses menuju tulisan yang lebih baik. setiap hari lahirlah tulisan tulisan yang mengalir begitu saja. Kadang saya melakukan “pengamatan sekitar” untuk menambah materi tulisan saya, termasuk juga membaca topik topik terbaru di berita.

Saya hanya mengikuti kata hati saya. Terus berjalan terus menulis, bahkan mungkin berlari semakin kencang dengan membuat buku antologi dan sekarang membuat blog. Satu keinginan saya juga yang ingin saya realisasik adalah membuat buku solo. Ya, saya harus membuat buku solo,hanya menunggu waktu saja, mungkin saja, kalau saya tak menjadi ratu berkilah, hehehe.

Nah, kembali ke soal komentar sahabat Tan tadi, mungkin berdasarkan inilah Tan berkomentar kalau saya telah berlari lebih kencang, tanpa bermaksud meninggalkannya. Bagaimanapun saya tetap menantikan “kawat” Tan Rusydov, yang barangkali karena kesibukannya belum sempat mengirimkannya lagi.Mungkin tan hanya berhenti sejenak mengumpulkan tenaga untuk kemudian berlari lari lebih kencang dengan tulisan tulisan terbarunya. Dan supaya kita bisa berlari bersama sama. Berlari mengejar tujuan yang ingin kita capai, bukankah begitu, saudara?

🙂

4 thoughts on “Berlari Menggapai Tujuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s