Interaksi Butik Onlen

Sesudah kita membangun jaringan, kemudian apa yang kita lakukan? Membiarkan jaringan itu begitu saja? Oh, tentunya saja tidak! Jaringan yang luas jika hanya dari segi angka saja tak adamanfaatnya. Tapi kita harus bisa menimbulkan satu manfaat dari jaringan, tapi bukan dengan cara memanfaatkan orang orangnya. Bagaimanapun tak ada orang yang suka dimanfaatkan. Enaknya sih kalau sama sama bisa membangun manfaat. Simbiosis mutualisma!

Mungkin tidak bisa secara serentak kita berinteraksi dengan semua orang yang ada di jejaring sosial kita. Tapi setidaknya dengan membagi informasi yang menarik yang bisamenarik perhatian banyak kalangan lebih memudahkan kita untuk berinteraksi dengan mereka. Misalnya dengan membuat catatan terbuka dan menandai ke beberapa orang. Dari beberapa orang yang kita tandai itu kemungkinan akan terbuka pertemanan yang lain akan membaca catatan kita. Pada saat mereka berkunjung ke akun kita dan memberi komentar, itulah saat terbaik untuk berinteraksi secara terbuka dengan orang lain. Berilah jawaban yang hangat bagi yang membutuhkan untuk mengikat pertemanan yang lebih erat. Karena merekalah nanti yang akan menjadi potensi pasar dan membantu memasarkan produk kita secara tidak langsung dari menandai mereka.

Interaksi tak hanya sepihak saja, baiknya kita amengadakan juga kunjungan balasan ke akun pertemanan kita supa ada hubungn timbal balik, komunikasi dua arah. Tidak gampang memang. Butuh waktu, pikiran, dan ytentunya biaya. Tapi itulah namanya membangun jaringan, tidak terjadi begitu saja, harus disemai, dipupuk dan dijagai sehingga membuahkan hasil. Mungkin tidak sekarang tapi nanti, selama pertemanan itu kita jaga dengan saling menghargai pasti ada manfaat positifnya. Kalaupun tidak terjai transaksi jual beli, minimal bisa berbagi informasi. Hal ini sudah saya terapkan saat memasarkan beberapa buku antologi saya. Mungkin jika saya tak menjalin hubungan baik, akan sulit bagi saya memasarkan buku saya. Setidaknya beberapa nama sudah mengenal saya dan selalu bertanya tentang buku dan tulisan saya.

Jika sedang waktu luang, saya memanfaatkan untuk berkunjung ke akun akun yang belum pernah berinteraksi dengan saya. Saya mencoba membangun jaringan baru dengan mereka. Memang sih tak serta merta mereka merespon kunjungan kita. Mungkin mereka juga sibuk dengan akun masing masing. Tapi saya yakin meskipun demikian mereka pasti menyadari kehadiran saya. Setidak saya berkunjung ke akun termasuk bisa pulang dengan membawa informasi tambahan. Siapa sajakah mereka yang ada di daftar pertemanan saya. Akun asli kah atau palsu. Palsu dalam artian akun itu hanya iseng saja, wara wiri, tanpa tujuan yang jelas. Loh emangnya ada akun begitu? Ya, adalah! Itulah pentingnya kita membaca tautan tautan yang ada di akun tetangga sebelah kita, hehehe
Hal ini juga perlu karena keterkaitan transaksi pembelian yang berkaitan dengan uang. Jangan sampai tertipu dengan pembeli sendiri. Hehehe…Bisa saja saat berinteraksi dengan kita begitu bersahabat begitu ada peluang penipuan, kita malah yang dimanfaatkan, barang hilang uang tak masuk rekening! Tinggal tepok jidat aja! Toh penipu itu hanya ada di dunia nyata, di dunia maya terlebih kita harus ekstra hati hati.

Itulah sebabnya saya memulai butik onlen dengan orang orang yang saya kenal terlebih dahulu di dunia nyata, kemudian saya merambah ke orang orang yang mutual friendsnya hampir seratusan. Karena kemungkinan akun tersebut menghilangkan jejak bisa ditelusuri. Iya ga? Nah soal interaksi ini saya sangat wellcome selama pertemanan itu sopan dan saling menjaga dan tidak terkait unsur SARA, saya sangat menghargai itu. So, jangan sungkan ya berinteraksi dengan saya..Cerioooo… selalu! Mari saling berbagi manfaat di butik onlen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s