Kenapa Butik onlen?

Di dalam memulai bisnis sering kita terhenti pada pemikiran mau bikin bisnis apa? Sama halnya menulis juga mau menulis apa? Sahabat saya berkata pilihlah bisnis yang sesuai dengan hobby kita. Hobby biasanya adalah kegiatan yang menyenangkan. Tanpa beban. Dalam berbinispun demikian, pilihlah yang kita suka. Dalam hal ini saya sangat tertari dalam dunia fashion. Dimana fashion di era ini sangat luas cakupannya, tak hanya sasaj pakaian, tapi juga sepatu asseoris , tas dan pernak penik lainnya yang melengkapi penampilan, khususnya kaum wanita.

Dalam berpakaian saya sering mengikuti mode yang up to date. Meskipun tal semua saya pakai tapi setidaknya saya selalu mengupdate informasi pakaian trend masa kini. Saya suka berkunjung ke mal ataupun pusat perbelanjaan hanya sekedar cuci mata melihat mode terbaru. Saya memang hobby! Sering saya kepikiran, andai saya punya butik sendiri pasti asyik deh! Saya juga mengangankan bisa mendesign baju baju butik saya. Dulu saya pernah belajar menjahit dan mencoba membuka kecil kecilan, meskipun gagal! Setidaknya saya sudah ada niat dan usaha.

Memang di dalam menjalankan bisnis itu tidak gampang, jatuh bangun itu biasa, selama kita masih berusaha untuk berdiri, pasti akan bisa berjalan maju. Itulah sebabnya gagal di butik nyata sayapun mencoba butik onlen ini. Dan ini masih tahap awal! Gambarannya masih terlihat hanya kerangka saja. Seperti halnya menulis baru ada garis besar nya, belum ada detail ceritanya. Keputusan saya untuk memulai dari sekarang bersamaan dengan seringnya saya menggunakan jejarng sosial untuk berinteraksi dengan orang luar tanpa batas. Dimulai dari mencoba memasarkan antologi buku saya, saya mulai memahami sedikit cara berbisnisn onlen. Seru! Bayangkan kita melakukan transaksi dengan orang yang kita belum bertemu sama sekali. Lah, lantas gimana? Pertama saya ragu, tapi dengan kekuatan penuh saya tepis keraguan saya, saya harus menjalan bisnis onlen ini, saya harus berani! Itulah tekad saya. Modal rasa percaya diri dan percaya pada calon pembeli, sekarang tak lagi saya sungkan menawarkan buku buku saya di jejaring sosial.

Memang ssat ini saya baru memanfaatkan satu jejari ng sosial untuk berbisnis onlen. Hal ini disebabkan oleh keterbatan waktu saya juga, karena saat ini saya masih berstatus karyawan. Oleh sahabat saya yang sudah terlebih dahulu memanfaat jasa marketing internet menawarkan saya untuk mencoba membuat website atau blog. Tapi saat ini saya belum urgent untuk terburu buru memanfaatkan situs situs itu. Konsentrasi saya masih ada di sini, fokus dengan pembeli merangkap pembaca saya saja dulu, hehehe…
Ini jugalah yang membuat saya tertarik membuat butik onlen ini. Di dalam persahabatan kita sering bertemu dengan berbagai macam karakter orang yang berbeda beda, termasuk selera. Analogi butik onlen sebagai tempat bertemunya orang yang berbeda karakter dan selera menajdikan saya memilih bisnis saya di butik onlen sekaligus saya merencanakan buku solo saya berkonsep atau citarasa butik. Apa saja ada, tentunya yang indah indah. Bukankah butik ada untuk melengkapi atau memenuhi selera orang dalam berpenampulan supaya tampil cantii indah di pandang?

Saya juga ingin buku solo saya ini bisa demikian. Setiap orang yang membaca akan merasa menjadi bagian yang terindah dalam kehidupan ini. Seperti orang yang baru keluar dari butik, mendapatkan apa yang dia mau dan pulang dengan perasaan puas. Begitulah kira kira. Meskipun ini hanya sebuah konsep saya berkeyakinan bisa akan terwujud jika dilakukan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s