Melengkapi Butik Onlen

Ketika website butikonlen telah selesai saya buat, muncul pertanyaan bagaimana memodifikasinya supaya terlihat menarik, menata gambar, settingan latar, bentuk tulisan dan kalimat kalimat yang menjual. Tidak gampang memang merapikan sekaligus menjual produk. Saya harus memilih milih settingan gambar dan warna yang pas, kritikan dari teman sangat bermanfaat sebagai masukan. Saya juga harus meletakkan konten sesuai dengan daftar dan kategori, masih berantakan seperti mengisi lemari. Tetapi sedikit demi sedikit mulai terlihat susunannya yang rapi, meskipun belum lengkap. Saya kira ini sama halnya saat kita mau memulai menulis buku, saat sudah menentuka thema buku, maka kita harus menyusun kerangka bab demi bab supaya tak tumpang tindih atau mungkin menulis berulang ulang. Penataan kata menjadi kalimat juga penting supaya terbacanya indah.

Saya memilih satu persatu produk yang akan saya jual, semuanya masih saya campur aduk, apa saja. Meskipun dalam berbisnis saya tahu itu tidak baik, terlalu beresiko, saya harus memilih bisnis inti mana yang harus saya tekuni. Selebihnya hanya sebagai pelengkap saja. Tentu ini tak mudah, saya harus melihat pangsa pasar saya dulu, tentunya bisa dilihat siapa siapa saja yang ada di jaringan saya. Apakah hanya pembeli sekali saja atau pembeli borongan untuk dijual kembali? Saya juga harus menjalin hubungan dengan pihak penyedia barang untuk memastikan stock barang yang ada. Jangan ada pesanan tapi tak ada stock bisa merepotkan hubungan bisnis. Karena ini salah satu tantangan berbisnis di dunia maya, di mana antara pembeli, pemasar dan penyedia tak saling bertemu, hanya mengandalkan kelancaran akses internet saja. Jadi sebisa mungkin hubungan harus berjalan efektif.

Dalam hal ini saya sudah mencoba memajang beberapa gambar barangan dagangan saya, meskipun tak secara langsung orang memesan, setidaknya sudah ada responds dalam bentuk kunjungan ke website saya. Ibarat toko yang baru buka, barangnya memang tak langsung lengkap seperti toko yang sudah berjalan tahunan. Ini butuh proses pengembangan. Tertatih tatih, tapi saya yakin akan bisa berjalan baik jika terus dikembangkan dan dikelola dengan baik. Hanya menunggu waktu saja, jika konsep berbisnisnya sudah benar saya yakin akan berkembang, meskipun mungkin nanti akan jatuh bangun ibarat bayi yang belajar berjalan. Bukakah dalam segala hal demikian? Butuh proses!

Beruntungnya saya banyak yang membantu dalam menyediakan produk yang bisa saya jual. Meskipun tak semua saya terima tawaran tersebut karena beberapa pertimbangan tentunya. Seiring dengan waktu tentunya nanti akan terseleksi siapa yang benar benar mau berbisnis dengan kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s