Membangun Jaringan Butik Onlen

Ketika kita akan memulai suatu bisnis apakah yang pertama harus kita pikirkan? Kalau dulu mungkin yang terpikir adalah modal, menumpuk barang sebanyak banyak, bahkan mungkin memonopoli pasar. Barang sulit ditemukan di pasar, hanya pemilik modal lah yang sanggup melakukan ini. Mereka lah nanti yang akan menentukan harga pasar karena mereka yang sanggup menumpuk barang . Contoh seperti ini bisa kita lihat pada jaman krisis moneter. Sembako menghilang dari pasar, sementara ada beberapa pihak yang menimbunnya. Itu mungkin dulu masih berlaku.

Di jaman internet sekarang ini, dimana dunia tanpa batas lagi, jamannya globalisasi yang diperlukan adalah jaringan seluas luasnya. Orang yang memiliki jaringan yang luaslah yang akan menguasai pasar. Semakin luas jaringan yang kita bangun maka semakin luas juga potensi pasar yang bisa diraih. Dalam hal ini orang yang menguasai marketing internetlah yang akan menguasi pasar. Mereka inilah yang akan menjadi perantara antara pembeli dan penjual. Produsen tentu akan lebih suka melempas barang lewat jasa marketing internet yang mempunya potensi pasar yang luas.

Tapi, mudahkan membangun jaringan yang dimaksud? Tergantung anda berinteraksi ke dunia luar dalam hal ini dunia maya. Dalam membangun jaringan perlu keluwesan pertemanan, karena orang orang yang kita hadapi berbeda watak dan karakternya, juga budaya suku dan bangsanya. Semakin luwes kita berteman, artinya bisa masuk ke berbagai kalangan maka semakin bagus jaringan yang bisa kita bangun. Berbagai produkpun bisa kita tawarkans esuai dengan kebutuhan orang orang yang ada di jaringan kita itu. Tentunya juga kita harus membangun jaringan yang baik dengan para distributor yang siap menjadi suplier kita jika ada pesanan barang.

Kita juga harus bisa memanfaatkan semua media yang bisa mengakomodir bisnis kita, termasuk jejaring sosial dan website. Dalam hal ini saya telah memulai membangun jaringansaya di jejaring sosial. Produk pertama yang telah berhasil saya pasarkan adalah buku antologi saya. Meskipun angka penjualan bukan angka fantastis, tapi setidaknya orang orang yang menjalin pertemanan dengans aya di jejaring sosial tahu bahwa saya telah memiliki buku antologi. Meskipun masih dalam skala pemula dan skala kecil, setidak beberapa pertanyaan yang muncul di inbox saya sudah mengarah ke personal branding saya, bahwa saya adalah penulis. Itu menurut pendapat mereka yang membaca dinding saya loh, bukab saya yang menyebutknya demikian.
Inilah yang perlu dibangun, ketika orang memasuki akun jejaring sosial saya, aura dunia kepenulisan sudah terbaca di sana, tinggal melanjutkan memoles sampai saya benar benar identik sama seperti penulis yang sesungguhnya. Hal ini pasti takkan jauh beda dengan membangun jaringan untuk butik onlen saya nantinya. Dan saya akan menggabungakn keduanya. Penulis dan pebisnis! Mungkinlah? Ya mungkin, karena saya sudah melihat contoh beberapa sahabat saya yang sukses membangun jaringan ini. Mereka menyebutnya writerpreneurship! Mantapkan? Semua ini hanya bisa mewjud kalau dilakukan, tak hanya sebata angan saja! Seperti raja alasan lainnya yang selalu berkilah saat memulai, memang wajar karena tak gampang! Tapi malas janga dipelihara. Begitu ada ide muncul langsung mencatat jadi tulisan, seperti yang saya laukan ini. Mengalir sedikit demi sedikit. Seperti saya membangun dan mengenali jaringan saya sedkiti demi sedikit, semoga tulisan ini juga bisa selesai bersamaan dengan jaringan butik onlen saya yang sedang saya bangun sekarang ini. Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s