Memulai Butik Onlen

Di dalam setiap rencana yang ingin kita jalankan, memulai adalah tahap yang sulit dilakukan. Biasanya banyakpertimbangan pertimbangan yang muncul. Mulai takut rugi, barang tak laku, tak dapat pasar dan lain sebagainya. Itu hal biasa. Dalam hal menulis juga demikian. Ingin menulis tapi takut dikritik, takut tulisan jelek, takut tak ada pembaca dan seribu hantu takut lainnya. Wajar! Tapi tidak wajar kalau semua hanya tersimpan dipikiran. Belum apa apa sudah takut, khawatir berlebihan, stress tak berpangkal tak berujung!Waduh…

Untuk mengurangi ketakutan gagal ini biasa kita membekali diri dengan teori teori. Tapi ketahuilah bahwa teori tanpa prakter sama saja hanya membaca dan hanya dapat ilmu sekedar tahu. Kalau hanya sekedar tahu, kita takkan pernah tahu tolak ukur kita berhasil atau tidak. Salah benar atau untung rugi itu hal yang biasa. Jika kita mulai melakukan menulis, maka pembaca bisa membantu menunjukkan kesalahan atau kekurangan tulisan kita melalui kritikan yang membangun. Jika kritikan menjatuhkan anggap saja angin lewat. Gampang toh?

Dalam memulai butik onlen inipun saya demikian lakuannya. Pertama publish ada ketakutan tidak ada yang mau melirik lapak saya, atau malah diblokir. Malas lihat pedagang lewat mulu, meskipun di dunia maya. Tapi saya ga khawatir, toh pengguna internet itu jutaan orang, masih luas pasar yang bisa diraih. Saya juga belajar teori internet marketing yang malah bikin saya mumet! Hehehe…Akhirnya saya putuskan langsung melakukan saja, terjun ke pasar onlen langsung. Meskipun belum ada pembeli, tapi saya yakin nanti dengans emakin bertambanh luasnya jaringan saya, kemungkinan pasar terbuka lebar itu ada. Anggaplah saya memang masih pemula. Masih harus banyak belajar dan bertanya. Setidaknya saya punya semangat dan optimisme yang membuat saya bertahan.

Seperti yang saya tuliskan di catatan sebelumnya, butik onlen saya ini baru berjalan dengan seiring dengan keinginan saya membuat buku solo. Saya ingin me nuangkan isi pikiran dan pengalaman saya selama memulai butik onlen ini. Bahwa menulis dan berbisnis juga bisa berjalan beriringan. Saling membutuhkan dan saling ketergantungan. Jika di dunia nyata seorang pedagang harus pandai bicara untuk meyakinkan pembelinya. Maka disini seorang penulis yang berdagang juga harus bisa mendeskripsikan barang dagangannya dalam benuk tulisan sehingga semakin menarik perhatian calon pembeli, tentunya selain menampilakn gambar sebagai pendukung yang melengkapi.

Pertama saya dulu memulai menulis saya sering kebingungan mencari bahan tulisan, tapi seiring waktu berjalan,semakin saya sering menulis bahan tulisan puns ering muncul tersedia begitu saja. Tak perlu lagi saya bingung, begitu banyak bahan inspirasi di sekitar saya, selama saya terus bergerak maju. Demikian juga saat memulai butik onlen, saya bingung apa yang saya akan jual? Tapi seiring waktu ada saja sahabat lain yang mengajak berbisnis, sedikit demi sedikit jalan terbuka, meskipun masih abu abu dan meraba raba. Dengan satu keyakinan suatu saat nanti saya akan memiliki branding sendiri baik di tulisan maupun di butik onlen ini. Biar waktu yang menentukan, berjalan terus, mengalir bagaikan air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s