Ricky

Saya punya sahabat dekat namanya Ricky,usianya jauh lebih muda dari saya, tapi kami sangat dekat satu sama lain. Ricky memanggil sayatante…Ricky ini berwajah oriental mirip dikit dengan artis Korea, maklum Ricky turunan Tionghoa. Dulu kami sering makan siang bareng , kebetulan kami satu tim kerja. Kalau lagi baik, Ricky suka bawain saya makanan masakan ibunya, termasuk babi kecap! Sebagai balasannya, Ricky tak pernah sungkan melahap habis makanan saya!hehehe…barter!

Beberapa tahun yang lalu Ricky memutuskan menjadi mualaf. Saya sih ga kaget, melihat keluarganya yang memang campuran beda agama.Toh itu adalah pilihan Ricky. Pertama kali puasa dan lebaran, terlihat Ricky agak sungkan kepada saya, entahlah ini perasaan saya saja. Mungkin karena selama ini kami sering makan siang bareng, tapi kali ini Ricky harus menolak secara halus ajakan saya. Semula Ricky tak memberitahu saya kalau dia sudah mualaf, saya tahunya dari teman teman yang lain.

Seiring dengan berjalannya waktu, tak lagi terlihat Ricky sungkan, dia sudah terbuka secara perlahan dan sayapun sudah terbiasa ketika Ricky bilang mau sholat. Meskipun bagi saya awalnya sesuatu yang berbeda dan Ricky perlahan tak lagi bersahabat dekat dengan saya. Ditambah lagi kami dipisahkan menjadi tim kerja yang berbeda. Komunikasi kamipun menjadi jarang.

Tatkala Ricky memutuskan untuk menikah, dia tetap minta pendapat saya dan mengenalkan calon istrinya pada saya, yang tentunya saja saya sebagai tantenya merestuinya, asalkan dia sudah siap lahir bathin. Melihat Ricky bersanding dipelaminan saya merasa bahagia. Dan…ah,Ricky sekarang sudah jadi ayah dari Ricky Jr. Mengingat dulu masa masa lucu kami bersama, jalan bareng, sampai pulang pagi…saatnya memang melepas Ricky bukan lagi sahabat yang bisa saya bawa ke mana mana menemani saya. Ricky sudah berkeluarga, dan saya tetap masih sendiri.
Kemarin,Ricky Chatting ke saya…”Te, kalau tar jadi pulang kampung kita makan bareng ya…” Ricky kau tetap saja seperti yang dulu, minta traktir makan tantemu yang cantik ini, hehehe…
Bagi saya Ricky tetaplah Ricky yang culun yang saya kenal delapan tahun lalu. Sebenarnya sikap manjanya ke saya tak pernah berubah. Kalau dibilang gini pasti dia ga ngaku manja! Meskipun kami berbeda keyakinan sampai detik ini saya masih mengasihi Ricky seperti dulu, seperti halnya sahabat dekat juga ponakan!

~Dear Ricky..sorry ya cerita ini tanpa seijinmu,selamat menunaikan ibadah puasa ya…jangan lupa berbukalah dengan yang manis seperti tantemu ini…hehehehe~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s