Ketika Hidup Penuh Tanda Tanya

Akhirnya Butet menyerah juga dengan rongrongan pertanyaan yang selalu menghujaninya. Kapan nikah? Di usianya yang sudah lewat batas menikah pada umumnya, akhirnya Butet menerima perjodohan dengan si pariban yang sudah menyandang status duda, ditinggal pergi istrinya! Bang Tagor menjadi pilihan Butet dengan pertimbangan, dia sudah mapan secara finansial artinya aku ga usah berlelah lelah lagi bekerja, pikir Butet. Bang Tagor juga sudah memiliki putra dan putri, artinya aku tak lagi disibukkan melahirkan dan mengurus bayi. Merekalah yang akan jadi anak anaku.

Putra putri bang Tagor sudah beranjak dewasa sebentar lagi akan selesai kuliah, mereka akan bekerja. Artinya aku bisa menikmati hidup dengan Bang Tagor di usianya yang menjelang pensiun. Hmmm, baiklah kuterima saja pinangannya. Lagi pula kami masih keluarga dekat, artinya dia takkan mungkin berani macam macam padaku apalagi sampai KDRT! Soal kepergian istri Bang Tagor, itu karena mereka tak sepaham lagi di dalam rumahtangganya. Oh, rupanya bisa begitu, pikir Butet lagi.

Setahun pernikahan mereka, Butet dan Tagor hidup bahagia dan harmonis, sedikit cinta yang mereka miliki mampu bertahan untuk terus menjalankan biduk rumahtangga. Sampai suatu ketika pertanyaan kerabat keluarga muncul lagi. “Tet, kapan kau punya anak sebagai pengikat hubunganmu dengan suamimu?” Butetpun mulai gelisah lagi, setiap pesta adat dan pertemuan keluarga, pertanyaan itu selalu muncul. Meskipun suaminya tak memaksanya untuk melahirkan anak. Luluh juga hati Butet karena kebaikan Bang Tagor kepadanya. Tahun kedua mereka di karunia seorang putri, si butet junior.

Si Butet junior tumbuh sehat dan dan sedang lucu lucunya dan membawa kebahagiaan di dalam keluarga Butet dan Tagor. Rasa lelah terasa hilang begitu melihat buah hati mereka. Tapi rupanya kebahagian Butet belum sempurna di mata keluarga dan kerabatnya. Pertanyaan baru muncul lagi “ Tet, kau itu kan halak hita, apa kau tak memikirkan punya anak laki sebagai penerus marga suamimu dari pernikahan kalian?” …Gubrakkk…apalagi ini , hati Butet menjerit! Kenapa pertanyaan ini ga habis habisnya? Butet pun tak kuasa menahan desakan ini. Setahun kemudian lahirlah si Ucok…wajahnya imut dan tampan. Butet sangat bahagia….sambil menimang si Ucok…si Butet berbisik “ nak cepatlah kau besar, sebelum mereka bertanya lagi…kapan punya mantu, kapan punya cucu…..?

Pertanyaan yang menghantui pikiran Butet membuatnya kelelahan sampai akhirnya tertidur. Dalam tidurnya di bermimpi ketemu Lady Gaga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s