Merdeka Itu Telanjang!

Hari ini tepatnya Jumat 17 Agustus 2012 adalah hari peringatan kemerdekaan tanah air saya, Indonesia. Konon katanya Soekarno memproklamasikan kemerdekaan RI tepatnya seperti hari ini, jatuh pada hari Jumat di bulan puasa. Boleh dibilang hari ini adalah sejarah berulang, dan sedikit lebih istimewa dibandingkan peringatan tahun tahun sebelumnya. Itu menurut sebagian orang . Bagi saya tak ada bedanya soal hari hari itu. Merdeka adalah merdeka! Bukan soal harinya.

Untuk para pejuang kemerdekaan dulu, arti merdeka mungkin adalah sebatas melepas diri atau bangsa ini dari penjajahan yang telah berlangsung sekian ratus tahun. Maka begitu Hiroshima dibom oleh sekutu dan Jepang morat marit kembali ke negaranya, kemerdekaan negeri ini diproklamasikan. Begitulah sejarahnya. Ada yang bilang kemerdekaan RI itu adalah pemberian sekutu bukan hasil perjuangan. Apapun itu yang pasti Republik Indonesia telah diakui duni a sebagai negara merdeka yang berdaulat. Ya, secara NKRI kita memang sudah merdeka. Tapi hanya sebatas itukah kemerdekaan itu?

Merdeka!

Setelah kemerdekaan RI diproklamasikan oleh Soekarno tahap selanjutnya adalah pembangungan negara ini yang diteruskan oleh Soeharto, yang pada jamannya memang telah berhasil membangun Indonesia secara fisik, dan sejak mulai itu pulalah kekayaan negeri ini mulai tergadai satu persatu, dimulai masuknya penanaman modal asing di tambang emas tanah Papua. Satu persatu kekayaan tanah air ini diekslporasi kaum kapital. Ditambah dengan era globalisasi yang bebas masuk ke kemana saja. Indonesia kembali dijajah. Kerakusan pada diri sendiri untuk meperkaya diri sendiri ada di mana mana.

Negeri ini yang katanya subur makmur sentosa perlahan lahan terpuruk. Lihat saja mental bangsanya tak pernah benar benar merdeka. Rakyat semakin hari semakin miskin. Kelaparan di beberapa tempat di negeri yang dulunya swasembada pangan. Biaya sekolah yang mahal membuat bangsa ini menjadi semakin bodoh karena sulitnya mendapat pendidikan yang mencerdaskan. Harga harga melambung tinggi mencekik rakyat, seperti tahu tempe yang menghilang dari pasaran karena harga jual yang tak terjangkau lagi. Dari negara swasembada pangan kita menjadi pengimport bahan baku makanan. Miris memang!

Tak hanya itu, bangsa ini juga telah dijajah oleh kaumnya sendiri. Lihat saja bagaimana sekelompok ormas yang bertindak bebas seolah olah menjadi hakim bagi orang orang yang tak sependapat dengannya. Tak ada lagi kebebasan diatas perbedaan. Adanya pemaksaan kehendak. Premanisme muncul di mana mana yang mengatasnamakan golongan. Negara nyaris tak berdaulat lagi! Hanya para orang berduitlah yang bertahan. Orang orang yang punya kepentingan atas negara inilah yang mengatur negara ini. Pemerintah seperti mati suri. Koruptor merajalela bebas berpesta pora di atas penderitaan rakyat. Tak ada yang berpihak kepada kaum miskin!

Semakin hari semakin kebobrokan bangsa ini saja yang menajdi berita di media. Tak ada yang membanggakan lagi. Dari negara kaya raya menjadi miskin fisik miskin mental. Bangsa ini sudah kehilangan jatidiri sebagai NKRI yang berbudaya. Lihat saja bagaimana orang orang tak lagi berpakaian ala Indonesia, baik secara fisik maupun pemikiran. Tak lagi murni Indonesia. Tak salah memang menerima kemajuan di era globalisasi ini, tapi bukan berarti kita harus mengganti jatidiri kita., mengganti budaya negeri.

Saya sangat meragukan kemerdekaan mental bangsa ini. Masih mudah terombang ambing oleh peru bahan. Oleh sebagian orang yang lebih mencintai doktrin, dogma yang bernama agama dari pada mencintai bangsa sendiri. Bagi saya kemerdekaan itu adalah ketelanjangan diri, membebaskan diri dari pemikiran yang kita kira benar selama ini. Kebebasan dari merasa diri benar sendiri, orang lain adalah salah! Merdeka itu adalah ketika kita bisa menerima perbedaan bahwa kita adalah sama sebangsa setanah air. Punya hak yang sama di NKRI ini. Merdeka itu adalah ketika kita bisa menjalankan ibadah sesuai keyakinan kita tanpa harus takut di intimidasi kata “sesat”.
Merdeka itu adalah ketika saya bisa menulis bebas tanpa teori yang membebani! Merdeka itu ketika kita bisa membebaskan jiwa dari segala atribut yang memberatkan. Merdeka itu Telanjang!
Dirgahayu RI!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s