Kondom Versus Dildo

Kontroversi soal kampanye pemakaian dan pembagian kondom gratis oleh Menteri Kesehatan negeri di awan rupanya membawa kegelisahan tersendiri bagi Waluyo. Kenapa pasal rupanya sehingga Waluyo resah dan galau? Apakah Waluyo ketakutan jika nanti kenikmatan dia bercinta akan berkurang karena semua perempuanya akan berdemo rame rame menuntutnya menggunakan kondom? Biar ga penyakitan! Belum lagi biaya pembelian kondom dan repotnnya pemakaiannya sementara hasrat birahi sudah terujung. Gengsi dong kalau berharap yang gratisan terus…malu, apa kata tetangga. Bukan! Bukan itu yang membuat gelisah Waluyo.

Rencana Waluyo untuk membuka toko Dildo terancam bubar, itu yang ditakutkan Waluyo. Pasalnya beberapa penanam modal sudah ada mau ikutan joint buka cabang kemungkinan akan membatalkan kontrak kerja. Belum lagi banjir order yang harus dibatalkan, maklum meskipun baru rencana rupanya peminat dildo ini cukup banyak…bisa rugi bandar! Barang sudah diproduksi…pula! :D…Loh hubungannya apa?

Jadi gini, dulu Waluyo juga pernah gencar mengkampanyekan pemakaiaan sarung karet ini. Tujuan juga sama seperti yang dicanangkan Menkes tadi, yaitu mengurangi angka ledakan penduduk, mengurangi tingkat aborsi, menghindari penyakit kelamin, dan banyak lagi fungsi kondom yang masyarakat masih awam. Rupanya saran Waluyo ini ditanggapi sama juga halnya dengan yang dialami Menkes itu…yaitu tuduhan mengijinkan praktek seks bebas! Waluyopun di demo rame rame oleh ibu ibu erte setempat! Maklum warga masih minim informasi seputar seks karena ada anggapan bicara seks itu adalah tabu. Padahal hubungan seks adalah bagian dari kebutuhan manusia dan perlu adanya pendidikan sejak sejak dini.

Gagal mengkampanyekan pemakaian kondom, Waluyo tidak putus asa. Ide cemerlangnya adalah menganjurkan pemakaian dildo. Apa itu dildo? Ternyata masyarakat juga awam. Seorang gadis dusun yang lugu bahkan sampai mencari tahu ke mbah gugel, apa itu dildo. Lucunya beberapa pria malah ikut ikutan tertarik untuk memesan dildo…hadeuuuhhh…jeruk makan jeruk dong! Tujuan Waluyo mengkampanyekan pemakaian dildo ini juga sama seperti kondom, untuk mengurangi ledakan penduduk karena kaum wanita tak lagi mesti dituntut menikah dulu supaya bisa menikmati seks. Untuk para istri yang suaminya tugas luar kota juga bisa melakukan aktivitas seks dengan bantuan alat ini. Biar ga penyakitan juga!

Lah…sekarang order sudah mulai banyak masuk! Menkes malah bagi bagi kondom gratis. Jika himbauan Menkes i ni juga dianggap sebagai persetujuan akan seks bebas, maka para wanita pasti lebih memilih barang asli daripada palsu. Para wanita tak lagi harus takut meminta pasangannya memakai kondom karena sudah ada himbauan dari pemerintah. Bisnis dildo Waluyo bisa terancam…kan ga lucu dildopun harus dikondomin juga? hehehehehe…Pantes aja Waluyo cekak mulu…bisnisnya selalu gagal maning!xixixixixixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s