Menulis, Menerbitkan dan Memasarkan Tulisan/Buku Sendiri

Setelah melewati tahapan berani menulis dan menerbitkan buku /tulisan sendiri,kini proses memasuki bagaimana memasarkan buku/tulisan sendiri. Memang satu perjalanan panjang yang tak ada kata berhenti saja sampai disini. Itu artinya belum sampai pada tujuan. Ejakulasi dini, belum apa apa sudah kehabisan tenaga kehabisan semangat! Padahal prinsip memulainya sama saja yaitu melakukan. Lawan rasa malas dan rasa tak percaya diri, singkirkan kata “saya tak bisa melakukan ini itu” tapi katakan “saya bisa, saya mampu”

Bagi penulis pemula memang ini suatu tantangan yang harus dihadapi, berat memang kalau mau bicara beratnya saja. Bagaimana cara mengajak orang lain mau membaca tulisan kita bahkan sampai membeli. Kalau hanya sekedar menulis saja memposting di dinding bisa bisa saja sih. Memberikan secara cuma cuma kepada pengunjung dinding fesbuk kita, tak ada yang salah dengan itu. Amal, semoga terinspirasi dan termotivasi para pembacanya. Tapi yakin cukup hanya sampai di situ? Kemampuan kita saat ini dituntut bagaimana bisa memasarkan tulisan sendiri.

Memasarkan disini bukan hanya sekedar menghitung untung rugi, takut tak ada modal. Terus menjualnya ke siapa? Hei,coba lihat berapa banyak jumlah daftar pertemanan anda, apakah mereka semua tahu kalau anda sudah menulis dan menerbitkan buku? Jika belum sangat disayangkan memang. Artinya interaksi kita dengan pertemanan kita masih kurang atau mungkin dingin dingin saja. Padahal mungkin saja mereka akan terinspirasi akan tulisan Anda,dan mengubah kehidupan mereka, siapa tahu? Jadi memasarkan tulisan itu tak hanya sekedar soal uang, kalau hanya itu sangat sempit pemikiran anda tentang memasarkan tulisan sendiri.

Coba kita pikirkan lagi, misalnya anda mempunyai satu pemikiran yang anda tuangkan dalam tulisan, mungkin saja anda sendiri bingung dan tak tahu dengan mau apa dengan pemikiran dan ide anda itu. Tetapi karena anda memasarkannya ke orang lain, kemudian orang itu mewujudkan apa yang anda pikirkan, dan orang itu menjadi sukses. Bukankan anda telah berhasil menjadikan orang lain berhasil? Andaikan jika tulisan itu hanya mengendap dalam pikiran anda, atau tulisan yang sudah jadi buku itu hanya anda koleksi pribadi, apa beda dengan catatan harian? Manfaat hanya untuk diri sendiri. Mungkin pada saat memasarkan buku itu kita akan rugi wakti rugi tenaga bahkan rugi uang. Tapi ingat tak ada yang terbuang sia sia jika kita menabur demi manfaat. Siapa tahu orang sudah sukses tadi tiba tiba menghadiahi anda sebuah notebook atau mengajak anda jalan jalan ke luar negeri atau mentransfer sejumlah dana sebagai ucapan terimakasihnya kepada anda. Kita tak pernah tahu apa yang akan kita dapatkan dikemudian hari. Yang pasti jangan pernah berhenti berkarya dan memasarkan karya anda tersebut.

Saya juga masih pembelajar seperti yang lainnya. Saling tolong menolong membangun jaringan yang kuat, berbagi informasi. Saya sangat optimis bisa menaikkan angka penjualan buku dari PNBB, seandainya kita masing masing aktif terutama bagi penulis buku itu sendiri memasarkan produknya sendiri. Tak ada jalan yang tak terbuka kita terus merintisnya. Supaya kita bisa menjadi penulis yang handal yang hebat nantinya dan dikenal banyak orang lewat tulisan tulisan kita. Ayo kita ramai ramai buka lapak memasarkan tulisan kita sendiri. Biar pasar juga yang menentukan kualitas tulisan kita. Kalau buka kita yang memasarkan tulisan sendiri siapa lagi?

Mau?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s