Moral

“Apa itu moral, mas?” tanya Hindun sambil melepas ikatan rambutnya, membiarkan rambutnya tergerai panjang.” Kata teman saya moral bisa ditegakkan dengan sekelompok orang, asal “wani piro”….lanjutnya lagi , Hindun melepas satu kancing blus atasnya.

Waluyo hanya memandang wanita dengan dandanan sedikit menor itu, tanpa berkata apa apa. Di kamar yang sedikit remang remang hanya ada satu dipan dan meja rias alakadarnya. Di sinilah Hindun menjalankan profesinya sebagai pekerja seks komersil.

“Kami sering di uber mas, diporak porandakan, padahal pekerjaan ini bukan pilihan yang kami maui, tapi keadaan memaksa, demi anak anak kami. Kami memberi tubuh kami dan kami mendapat upah untuk itu. Take and give. Hindun menghembus asap rokok nya ke langit langit, tatapannya kosong menerawang entah ke mana.

Waluyo hanya terdiam mendengar curahan hati Hindun. Sekali kali dia menelan ludah. Jujur kata hatinya, Hindun lumayan molek. Naluri kelaki lakian ingin segera melahapnya. Tapi mendengar cerita Hindun nafsunya berubah menjadi rasa iba.

“Kenapa hanya kami yang dipandang hina, tapi pemakai jasa kami tidak, mereka bebas bebas saja datang dan pergi. Kenapa para koruptor yang menjadikan negara ini semakin miskin dan melarat juga dianggap masih bermoral, padahal mereka jelas jelas hanya mengambil milik yang seharusnya dibagikan ke orang banyak?” Tanya Hindun lagi. “Kenapa mas hanya diam saja, sudahlah mari segera kita mulai saja…”kata Hindun menarik tangan Waluyo.

“Tidak kali ini Ndun, aku tiba tiba tersentak, ceritamu membuatku membuka mata dan hati. Nanti kita tanyakan saja kepada para pemuka agama, apa itu moral.” Kata Waluyo sambil membenarkan duduknya, kakinya terasa kesemutan.

Hindun dan waluyo hanya menghabiskan malam yang semakin temaram itu dengan berbagi cerita. Cerita tentang Jagat raya dan semilyard galaksi.

“Ah, seandainya para pejabat negeri ini sebaik hati mas Waluyo, mungkin nasib orang seperti kami ini akan ada yang memperhatikan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s