Pertemuan Empat Mata

Satu dari seni bersahabat di dunia maya yang saya sukai adalah pertemuan di dunia nyata atawa kopidarat. Beberapa kali saya sudah melakukannya secara berkelompok dari group yang memiliki visi yang sama. Sensasinya nyata, akrab bersahabat dan dekat satu sama lain. Itu terjadi jika apa yang dilakukan di dunia maya tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Tentunya beberapa pertemuan juga saya lakukan secara pribadi face to face empat mata. Salah satunya pertemuan kemarin Sabtu dengan salah satu sahabat maya saya yang sudah saya kenal hampir setahun ini. Setelah beberapa kali gagal rencana untuk kopidarat akhirnya kami bertemu juga di tempat yang telah kami sepakati berdua, eheem….:)

Sahabat saya ini adalah salah satu penulis pendatang baru yang telah berhasil menerbitkan dua buah buku fiksi kumpulan cerpen dan puisi yang keduanya juga saya miliki. Selain itu juga beliau pernah menerbitkan buku antologi dan aktif di sebuah komunitas yang bergerak di dunia kepenulisan dan media cetak. Tulisan tulisannya yang manis dan lembut menyentuh hati juga romantis membuat saya berpikiran bahwa penulis ini tak jauh beda karakternya dengan tulisan tulisannya. Nyatanya memang begitu setelah saya bertemu langsung dan berbincang lama…hmmm. Siapa dia? Owh…

Entah apa yang membuat saya betah ngobrol berdua dengannya.Mungkin karena kami mempunyai minat yang sama. Kami membicarakan seputar dunia tulis menulis, kerohanian, seputar pertemanan di dunia maya, pekerjaan, sampai ke cerita cerita lucu yang tak berpangkal berujung. Seolah olah saya sudah mengenalnya lama sekali. Pembicaraan ini memang sedikit di dominasi oleh saya, maklum perempuan otaknya lebih banyak TalK TalK and Shoes, hehehe.Walaupun dia mengaku pemalu dan pendiam, tak menyurutkan saya untuk terus mengajaknya berbincang bincang, sampai pindah tempat tiga kali makan dua kali dan minum berkali kali….qiqiqiqi. Serah terima cindera mata berupa buku di sebuah taman merupakan sebuah kenangan yang tak terlupakan di senja yang semakin temaram. Sayangnya beliau tak ingin saya abadikan photonya. Pertemuan kelar karena malam semakin larut dan saya harus pulang, meskipun masih banyak yang ingin saya bicarakan.

Usai pertemuan tertinggal pemikiran di kepala saya. Seringkali kita mungkin telah menghabiskan waktu kita hanya mengobrol, berbincang bincang setelah itu melupakan apa yang telah kita bicarakan. Padahal jika mungkin kita mencatatnya menjadi tulisan yang bisa diingat lebih lama dan bisa dibagikan kepada orang lain, siapa tahu apa yang telah kita perbincangkan itu bermanfaat bagi orang lain. Sebab banyak tulisan tulisan sederhana yang dibagikan kepada orang lain bisa menimbulkan dampak yang luar biasa kepada orang lain bahkan bisa mempengaruhi kehidupan orang lain. Tentunya apa yang kita bagikan itu haruslah hal hal yang membawa dampak positif.

Beberapa hasil obrolan kami mungkin nanti akan saya sajikan dalam bentuk tulisan. Saya juga tidak akan melalukan hasil obrolan kami begitu saja tanpa ada satu maknapun yang saya petik. Sesungguhnya persahabatan tak ada yang terbuang sia sia jika dilandasi suatu kemurnian hati untuk menjalin hubungan yang lebih baik bahkan dari dunia maya sekalipun. Saya juga tidak pernah menutup pintu hati saya untuk bersahabat dengan siapapun selama itu untuk bertujuan untuk hal hal yang bermanfaat.

Terimakasih untuk Tuan yang telah meluangkan waktunya sepanjang siang sehingga malam untuk saya dan membagi pengalamannya di dalam dunia tulis menulis. Maju terus dunia menulis Indonesia…Ciayyyoooo!!!

2 thoughts on “Pertemuan Empat Mata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s