Pertemuan

Seminggu penuh saya pulang ke kota kelahiran saya dalam rangka pernikahan adik lelaki saya yang paling bungsu. Rumah keluarga saya tentunya menjadi tempat pertemuan sanak saudara. Semua berkumpul ramai sekali. Mulai dari nenek saya sampai cucu yang baru lahir semua lengkap. Rumah berantakan sudah menjadi hal biasa saat keluarga besar berkumpul. Moment ini tidak selalu ada setiap tahun . Saat saat keluarga berkumpul sangatlah menyenangkan meskipun badan sedikit lelah beres beres rumah sesudahnya. Saya menjadi bagian dari keluarga itu yang terpenting. Pertemuan keluarga menghilangkan sejenak semua problema yang yang menggelayut dipikiran. Meskipun tetap menyisakan tanya “Kapan ?” ini persoalaan yang berbeda lagi, ini masalah pilihan…hehehehe.

Pertemuan saat di kota saya tak hanya dengan keluarga. Saya juga mengundang teman SMA saya. Saat saya bersama mereka saya seolah kembali ke jaman SMA, masa masa indah sewaktu sekolah. Seakan akan saya kembali pubertas, mungkin sekarang juga iya. Tak hanya itu saya juga bertemu dengan teman SMP setelah 23 tahun telah berlalu. Saya merasa menjadi sangat muda sekali, bahkan seperti menjadi anak anak kembali. Semua kenangan kenangan saat pertemuan itu membuat saya kembali ke jamannya sesuai dengan usia saya pada saat itu. Saya tak merasa telah tua tapi cara berpikir saya menjadi lebih dewasalah yang membuat saya menjadi berbeda dari tahun ke tahun.

Terakhir menjelang keberangkatan saya kembali ke ibukota saya juga mengadakan pertemuan dengan teman teman sekuliahan dulu. Kenangan ini juga meninggalkan kesan dan romansa yang berbeda. Menapak tilas akan masa masa kuliah, ngekost dengan serba irit dan kenangan akan senior yang didambakan serta cerita tentang dosen si ‘trouble maker’ yang memberi nilai yang tak sesuai harapan. Masa kuliah masa otak mulai berpikir.

Setiap pertemuan memiliki kesan dan kenangan yang berbeda, begitulah waktu membawa kita mengisi kehidupan ini sesuai dengan masanya. Dan semua pertemuan itu sudah berlalu dan kembali menjadi kenangan untuk kembali diceritakan pada pertemuan berikutnya. Saat ini saya sudah tidak sabar mengadakan pertemuan dengan kamu ..kamu…kamu…dan kamu…ya kamu ! Supaya ada kenangan nanti saat kita bertemu kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s