Pramugari Pramugara

Masih cerita soal terbang bersama burung besi seminggu lalu. Mungkin saya termasuk salah satu penderita phobia ketinggian. Saya selalu merasa takut saat terbang diudara mengangkasa bersama pesawat terbang. Untuk menghilangkan rasa takut saya, selain bedoa dan berpasrah diri, saya melakukan praktek Human Traffic Monitoring.

Saya memperhatikan wajah wajah orang disekitar saya di kabin pesawat. Ah sama saja, wajah mereka juga tak kalah tegang dengan saya. Belum lagi terdengar suara tangis bayi di sebelah saya. Seorang nenek yang menutup mata, tidur atau pura pura tidur. Ada juga yang mengutak atik gadget atau sekedar mengetik di laptop. Ada yang membaca buku, memandang keluar jendela memandang awan.Ada yang ngobrol atau diam saja seperti saya. Banyak perilaku penumpang yang saya amati. Tapi tak satupun menarik perhatian saya. Sayapun hanya larut dengan pikiran saya, kapan tiba di darat dengan selamat.

Mungkin satu satunya perilaku yang membuat saya sedikit tenang dan rileks adalah melihat para pramugari dan pramugara, awak kabin pesawat. Kenapa? Coba lihat, tak ada garis ketegangan dan kekakuan di wajah mereka. Mereka senatiasa ramah dan gesit membantu penumpang. Berjalan tegak dan gagah sambil tersenyum mengawasi penumpang satu persatu. Tak terlihat wajah ketakutan. Mereka bekerja seperti biasa di darat. Melihat kegiatan mereka saya sedikit bisa tersenyum. Mereka benar benar pemberani, menurut saya meskipun itu dilakukan mungkin demi tuntutan hidup dan profesi.

Saya mencoba memposisikan diri saya sebagai mereka, tetap santai meskipun segera akan terbang maupun saat akan mendarat. Dan itu menjadi rutinitas mereka. Cukup berhasil bagi saya mengurangi ketegangan dan stress saya. Tak heran memang jika untuk menjadi seorang pramugari dan pramugara dibutuhkan kesiapan mental dalam situasi apapun. Selain mereka juga harus tetap terlihat segar dan cantik serta tampan, setidaknya mereka bisa menjadi hiburan cuci mata, eheeem…bening bening sih! Tentu saja memandang mereka tak membosankan, sama seperti anda memandang saya takkan pernah bosan , iya ga? hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s