Penantian Yang Tak Sia Sia

Lila duduk termenung di depan tv yang masih menyala, sinetron “Kembalikan Anakku” tadi sangat menggugah perasaan dan emosinya. Kapan ya, aku punya anak, bisiknya dalam hati. Sedih! Sementara sinetron tadi mempertontonkan drama anak yang dibuang begitu saja oleh ibu kandungnya, akibat perselingkuhan.

Sepuluh tahun menikah dengan Sonny mereka belum dikaruniai anak. Tahun pertama mereka masih bisa menikmati masa masa bulan madunya, tanpa gangguan suara tangis bayi, seperti cerita teman temannya yang lain. Lila dan Sonny merasa sangat beruntung saat itu bisa bercinta sepuas puasnya di tahun tahun pertama pernikahan mereka. Lagipula kondisi keuangan mereka yang tak terlalu mapan membuat mereka untuk tak ingin segera punya anak dulu, walaupun tak ada niat menunda dengan sengaja.

Seiring perjalanan waktu, kondisi keuangan merekapun membaik, dan mulailah berencana segera mempunyai momongan. Lila berhenti bekerja demi fokus mendapat anak. Kata dokter kandungannya terlalu lemah, jadi perlu istirahat dan jangan bekerja terlalu lelah. Pernah sekali Lila keguguran, tapi Lila mencoba tak terlalu kecewa. Waktu berjalan tak terasa pernikahan mereka mulai masuk usia lima tahun.
Lila mulai merasa jenuh dengan kondisi rumah yang begitu begitu saja. Sepi katanya,Lila sangat merindukan suara bayi, mengajarinya berjalan, mengajak bermain, serta menunggui saat sekolah, seperti halnya yang dilakukan ibu ibu tetangganya. Sonny sang suami berusaha menghibur istrinya yang sangat dicintainya. Mereka berlibur ke Bali atau keliling Asia. Tapi tetap saja Lila murung sepulang berlibur. Aku mau anak, kata Lila.

Beberapa kali mereka memeriksa keadaan kandungan Lila dan sperma Sonny, menurut dokter tak ada masalah, mungkin belum waktunya saja, belum di kasih oleh Yang Diatas, begitu kata dokternya. Mereka juga sudah mengupayakan pengobatan tradisional, belum berhasil juga. Pernah juga mereka mencoba mau mengadopsi anak, tapi tak berhasil. Tak ada anak yang bisa diadopsi pada saat itu. Sampai suatu ketika, seorang bidan tetangganya menawari Lila seorang anak laki, yang di tinggal pergi ibunya di Rumah sakit begitu saja, karena tak sanggup membiayai. Lagipula bayi itu tak di ketahui siapa bapak biologisnya.

Sonny sang suami sebenarnya tak terlalu setuju, Lila mengambil anak itu. Tapi karena Lila sudah terlanjur terlonjak kesenangan, dia tak mampu membendung kebahagiaan istrinya. Sonny masih berpengharapan bahwa kelak mereka akan mendapatkan anak kandungnya sendiri. Merekapun akhirnya mengadopsi anak itu, dan diberi nama Cleon. Hari hari Lilapun berubah menjadi sibuk, tapi dia sangat bersukacita, hatinya gembira dengan kehadiran bayi mungil di rumahnya. Rumah mereka menjadi ramai dengan tawa canda Cleon, yang memang lucu. Hati Sonny juga lama kelamaan bisa menerima bayi mungil itu. Wajahnya yang tampan, alis yang lebat beriring serta tawa yang kuat, membuat hati Sonny dan Lila sangat menyayangi bayi itu. Tak mereka perdulikan lagi asal usul bayi itu.

Tiga tahun menjelang mereka mengasuh Cleon layaknya seperti anak kandung sendiri. Semua perlengkapan Cleon mereka penuhi, tak kurang satupun. Sungguh satu keluarga yang harmonis yang manis. Sonny dan Lilapun makin saling mencintai satu sama lain, walaupun tanpa anak kandung. Cleon telah berhasil merubah kemurungan Lila menjadi keceriaan, begitupun Sonny. Sayangnya,semua kebahagiaan itu harus terhenti , ketika tiba tiba seorang ibu muda dan lelaki parlente mendatangi rumah mereka, beserta bidan yang dulu memberikan bayi Cleon pada Lila dan Sonny.

Sontak Lila meraung raung, menangis, meratap, menjerit histeris, ketika Cleon harus terpaksa diambil oleh kedua orangtua kandungnya. Sang bidan hanya tertunduk diam tak bisa berbuat apa apa. Bagaimanapun kedua orangtuanya masih berhak atas anak itu. Sonny hanya bisa memeluk istrinya, mencoba menenangkan hatinya, membujuknya dengan pengertian dan berusaha meredakan tangisnya. Setelah melalui urun rembuk dan jalan damai, akhirnya mereka sepakat melepas Cleon kepada orangtua kandungnya. Tampak wajah Cleon sangat sedih, rupanya dia pun sudah cukup mengerti keadaan hati ibunya, Lila. Cleon menangis, merengek, meronta, ketika dibawa pergi oleh orangtuanya yang masih asing baginya. Sonny dan Lila akhirnya melepas kepergian Celon dengan ikhlas, dengan memberikan semua baju baju dan alat alat bermain Cleon, putra yang sangat mereka sayangi itu.

Lila tersentak dari menonton tv, tiba tiba klakson mobil suaminya mengagetkannya. Sonny sudah pulang dari kantor. Lila sangat beruntung memiliki suami seperti Sonny. Sepuluh tahun menikah tak pernah ditemukannya tanda perselingkuhan , walaupun mereka belum memiliki anak. Padahal Lila sudah pernah menawarkan Sonny untuk menceraikannya saja dan menikah lagi, demi mendapatkan anak. Tapi Sonny menolak, malah memarahi istrinya karena berpikiran yang tidak tidak. Bagi Sonny yang terpenting saat ini adalah Lila, karena Lila sudah menemaninya melalui hidup suka dan duka. Bahkan saat dulu Sonny terpuruk pengangguran, Lila tak meninggalkannya.

***
Sekarang hari ulangtahun pernikahan Lila dan Sonny yang kesepuluh. Lila merasa tak enak badan, sedikit pusing dan mual mual. Tak biasanya begini. Badannya pun panas dingin menggigil. Di temani sang suami mereka memeriksakan kesehatan Lila. Dokter yang biasa menangani kesehatan keluarga mereka, tersenyum begitu melihat hasil pemeriksaan, test urine! Lila hamil.

Bagaikan terbang melayang hati Lila mendengar ketika dia dinyatakan hamil, sampai dicubitnya pipinya kuat sekali, semoga ini bukan mimpi! Di usia Lila yang sekarang, sudah sangat tak mungkin aku hamil lagi, begitu pikir Lila. Tapi tak ada yang musathil, jika Yang Diatas memberi, apa saja bisa terjadi, begitu kata dokternya.

Kehadiran buah hati mereka Sophie yang cantik dan lucu menghapus perlahan lahan kesedihan hati Lila setiap mengingat Cleon.Cleon, mungkin kamu sengaja dititip di rumah ini supaya ibu terlatih mengasuh bayi, sebelum ibu benar benar memiliki bayi dari rahim ibu, terimakasih Cleon, semoga kamu juga senang dengan kedua orangtuamu, bisik hati Lila. Tetap berdoa buat Cleon setiap kali dia mendoakan Sophie, putrinya. Suatu waktu nanti Lila dan Sonny ingin menemui Cleon dan mempertemukannya dengan Sophie. Ah, seandainya Cleon ada lengkaplah putra dan putriku, bisik hati Lila. Beruntung aku dulu tidak diceraikan Sonny,ada gunanya juga aku bersabar, buktinya Sophie hadir disaat yang tepat, saat aku benar benar siap jadi ibu. Lila tersenyum. Tak lagi pernah termenung. Tak lagi dia menonton sinetron sinetron cengeng yang sering membuat emosinya tercabik cabik itu. Penantian yang dijalani dengan sabar dan ikhlas pastilah takkan sia sia, bisik hati Lila.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s