Pilkada

Akhirnya Pilkada putaran kedua sudah hampir di depan mata. Meskipun sebenarnya secara pribadi bagi saya cukuplah sekali putaran saja. Bukan apa apa sih, ceritanya kan saya tinggal di pinggiran ibukota, tetapi KTP saya masih DKI, mau ga mau saya harus kembali ke ibukota seharian selama Pilkada. Masalahnya adalah saya tak tahan menerobos macetnya ibukota pergi dan pulangnya untuk putaran kedua ini. Tapi karena saya warga yang sadar tanggungjawab saya tidak memilih golput. Satu suara saya pasti sangat berarti bagi Cagub yang saya dukung.

Memang agak seru Pilkada kali ini dibandingkan Pilkada periode yang lalu. Pilkada kali ini benar benar saya ikuti kronologinya. Baik melalui jejaring sosial maupun berita media. Dua kubu yang akan memperebutkan DKI 1 sangat terasa perbedaannya. Antara calon pemimpin yang mendapat dukungan rakyat dan pemimpin yang mengandalkan kekuatan dan money politik. Meskipun saya tak terlalu mengerti politik dan kepentingan partai partai pendukung yang ada di belakangnya akan tetapi dari beberapa postingan yang saya baca, terasa sekali dukungan yang mengalir ke salah satu kandidat yang sangat berpotensi menjadi DKI 1.

Jangan sampai salah pilih

Memanglah persoalan Ibukota ini takkan bisa selesai dengan hanya kepemimpinan lima tahunan. Perliu proses panjang yang berkesinambungan. Hanya saja memang pemimpin yang pro kerakyatan inilah yang susah dicari. Rakyat sangat merindukan figur yang bisa membela hak hak mereka. Ini tidak gampang, seandainyapun ditemukan figur pemimpin yang diinginkan rakyat dan memiliki hati nurani kerakyatan, tetap ini akan menjadi tanggungjawab besar bagi yang mengemban tugas ini. Bisa saja sang pemimpin benar benar sudah terpilih yang pro rakyat, akan tetapi itu tak cukup. Rakyat tetaplah harus bekerja sama dengan pemimpinnya untuk bisa meringankan beban pemimpinnya juga. Bukan sertma merta bim salabim persoalan selesai begitu ganti pemimpin. Perlu kesabaran dan kecermatan untuk mengurai benag kusut yang terjadi selama ini di ibukota.
Lantas apakah rakyat sudah tidak butuh dana lagi untuk menyokong pembangunan nanti? Pasti tetap diperlukan, hanya saja selama ini pemimpin yang menyandang dana itu tidak memperhatikan secara merata kebutuhan rakyatnya, akan tetapi hanya memperhatikan segolongan kaum yang dianggap hanya menguntungkan pihaknya saja. Tidak adil memang.Jadi bagaimanapun modal itu tetap diperlukan, hanya saja bagaimana penggunaan modal ini menjadi tepat guna, dan semua bisa merasakan keuntungan dan manfaatnya termasuk rakyat jelata sekalipun. Di sinilah dibutuhkan kepiawaian seorang pemimpin untuk mengelola dana yang ada bisa bermanfaat seefektif dan seefisien mungkin. Tentunya tanpa korupsi. Inilah salah satu penyakitnya!

Satu hal juga yang perlu diingat adalah, jika nanti salah satu kandidat menang hendaknya jangan dirayakan dengan euphoria berlebihan. Syukuran sih boleh saja, tapi ingat tugas sudah menumpuk bahkan menggunung. Inilah kadang salah satu penyakit latah bangsa ini, dalam segala hal sering merayakan sesuatu secara berlebihan sampai sampai lupa tujuan sebenarnya, tahu tahu sudah kehabisan waktu. Dukungan nyata itu tak selamannya dalam bentuk gegap gempita atau teriakan yel yel penyemangat, yang paling urgent adalah perbuatan nyata. Lakukan sesuatu sekecil apapun itu. Supaya tal lagi muncul sikap saling menyalahkan. Dulu memilih si Anu, ketika kinerjanya tak sesuai diharapkan langsung berbalik mencela dan menghujat, lah dulu yang milih siapa? Artinya setiap pemilih juga bertanggungjawab atas orang pilihannya itu, apakah hasilnya baik atau buruk! Terutama buat para pemilih yang diimingi uang, berhati hati lah supaya tak menjadi bumerang di kemudian hari. Ibukota itu milik bangsa kita, selayaknyalah kita bertanggungjawab menjaga eksistensi ibukota, membenahi bersama sama. Semoga terpilih pemimpin ibukota yang terbaik membawa Jakarta maju lancar jaya!

6 thoughts on “Pilkada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s