Korupsi

Kata korupsi akhir akhir ini sangat populer dalam pembicaraan sehari hari. Tak hanya para petinggi saja yang membicarakannya akan tetapi ibu ibu rumahtangga juga sudah familiar dengan topik berita yang satu ini. Begitu banyak berita tentang korupsi bermunculan di media masa. Rupanya korupsi ini sudah menggurita ke semua sektor pemerintahan. Dari departemen yang mungkin dianggap bersih sampai departemen yang memang selalu gemuk dengan dana pemerintah. Setiap hari ada saja departemen baru yang muncul sebagai sasaran pemberantasan korupsi. Sudah demikian membudayanya korupsi ini,sampai sampai koruptor yang sudah jadi tersangkapun masih seolah olah bebas berkeliaran. Bahkan ada yang berlagak seperti selebriti dan pedagang, hehehe…:)

Wajah wajah para koriptor yang munculpun tak lagi di dominasi kaum pria yang biasanya menjabat sebagai pemimimpin. Wajah kaum wanitapun tak kalah saing bermunculan satu satu di media massa. Cantik cantik pula…:D Mulai dari mantan putri, presenter,pengusaha, istri pejabat sampai pejabat seniorpun ada. Begitulah berita korupsi sudah seperti cerita sinetron bersambung yang tak pernah usai. Semua penonton dibuat terheran heran dengan lakon pemerannya, kok bisa ya si anu jadi koruptor? Sebenarnya apa sih korupsi itu?

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.(Wikipedia)

Akan tetapi dalam keseharian kita bicara korupsi tak selalu bicara soal uang yang ditilap para pejabat itu, tapi banyak juga para koruptor koruptor kecil berkeliaran di sekitar kita. Bahkan mungkin tanpa kita sadari kita adalah salah satu pelakunya. Taruhlah anda tidak mau ngaku sebagai koruptor karena merasa tidak menilap sampai milyardan rupiah tapi mungkin hanya memotong belanja bulanan rumahtangga, atau menggelembungkan uang belanja sedikit lebih dari harga harga di pasaran. Atau mungkin hanya sekedar korupsi waktu, misalnya anda sering datang terlambat, atau mangkir dari pekerjaan. Bukankah semua itu masih kategori korupsi yaitu memperkaya diri sendiri untuk kepentingan diri sendiri meskipun skalanya kecil!

Bibit koruptor itu tak muncul begitu saja, pasti dimulai pemikiran dan kebiasaan kecil, berubah menjadi perilaku atau karakter yang lama lama menjadi kecanduan, setiap saat ada saja yang mau dikorupsi😀. Sama halnya ketika anak anak sudah terbiasa berbohong kalau tidak ditegor kesalahan itu makan setelah dewasapun anak itu akan tetap berbohong akrena merasa tidak ada resiko dari kebohongannya itu.

Negara kita adalah salah satu tingkat korupsinya tertinggi di dunia. Begitulah berita yang kita dengar, dan bisa pula terlihat dari maraknya media yang menayangkannya. Banyak orang pula telah menghujat para koruptor ini dan kasus para koruptor ini terus di usut oleh komisi yang berwenang.Akan tetapi tak cukup hanya sampai di situ pemberantasannya, harus juga dimulai dari diri kita sendiri, keluarga, lingkungan kita yang terdekat supaya tak lagi muncul bibit koruptor di masa yang akan datang.

2 thoughts on “Korupsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s