Ulang Tahun di Bulan Biru

Tak salah memang saya di beri nama Risma Purnama oleh orang tua saya, karena saya memang terlahir di bulan purnama. Itu pulalah yang membuat saya selalu menyukai purnama, dan purnama kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan fenomena bulan biru dan hari ada saya di bumi ini. Inilah kado terindah yang diberikan alam kepada saya, bahkan saat sendiripun purnama tak pernah meninggalkan saya. Terimakasih semesta yang telah menemani saya tadi malam.

Tak hanya itu, menjelang blue moon itu, Neil Amstrong yang pernah menginjakkan kakinya di bulan juga dikenang bersaamaan blue moon kali ini. Jadi sangat banyak moment istimewa yang dikenang saat purnama kali ini. Jangan jangan saya memang datangnya dari bulan, sayang saja Neil tak sempat ketemu saya pada waktu itu, hehehe…kalau tidak, mungkin dia sudah melamar saya.

Sepanjang tahun ini banyak hal hal menarik menemani perjalanan hidup saya. Suka duka bergantian menemani hari hari saya. Banyak hal baru yang saya pelajari dan banyak hal lama juga yang harus saya lepas karena tak bermanfaat lagi pada hidup saya, terutama soal perilaku yang tak baik. Saya ingin hidup menjadi pribadi yang lebih baik minimal buat diri sendiri saya saja dululah.

Pertambahan usia itu memang hanyalah sebuah angka. Tapi bukan itu pula alasan saya untuk tetap menjadi yang sekarang. Saya tetap harus move on supaya lehidupan saya tetap seimbang. Tubuh boleh semakin menua, tetap pemikiran harus tetap diperbaharui. Metanoia. Terutama saya bisa lebih mengenali siapa diri sayang sebenarnya, kenapa saya ada dan untuk apa saya ada?

Biasanya saya merayakan ulangtahun dengan teman teman dan ucapan yang mengalir dari sana sini. Tapi kali ini saya merayakannya hanya dalam kesendirian saya. Saya hanya ingin bersama diri saya sendiri, sebab kesendirian dimiliki siapa saja, dan terus melekat sampai kapanpun. Jadi saya ingin menemani kesendirian saya itu supaya kesendirian itu tak benar benar menajdi sendiri. Saya tak ingin takut lagi dalam kesendirian itu!

Satu berkat yang melimpah yang bisa saya rasakan sepanjang hidup saya bahwa saya masih diberikan kesehatan yang baik dan masih menjalankan rutinitas keseharian saya, meskipun tekanan berat kadang menimpa. Tapi saya selalu bisa bertahan meskipun belum terlepas dari setiap beban yang ada. Itulah pertanda bahwa saya masih hidup didunia nyata ini.

Kali ini saya menghadiahi diri saya dengan makan enak sendirian steak ayam dengan minum air perasaan tebu kesukaan saya. Sebuah kacamata hias dan topi penutup kepala saya beli sebagai hadiah buat diri saya sendiri. Entah mengapa saya ingin memiliki sebuah topi, mungkin karena saya tak tahan panas matahari kali ya…:D, setidaknya saya puas dengan dua barang belanjaan saya itu, hehehe…hadiah u tuk diri tak mesti harus mahal, tapi sikap mengharagi diri sendiri dan bisa memanjakan diri sendiri, itu yang penting buat saya di hatri istimewa saya kali ini.

Happy Birthday to me, and i just wanna say thanks only to myself, and im proud to be my self. …dan selamat datang September ceriooo….>:<

4 thoughts on “Ulang Tahun di Bulan Biru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s