Bukan Kampanye

Pemilukada putaran kedua sudah tinggal menghitung hari. Tak lama lagi seluruh warga ibukota akan menggunakan kembali hak pilihnya di kotak suara di lokasi masing masing. Tentunya masing masing sudah punya kandidat mana yang akan dicoblos. Diharapkan sih tidak ada yang golput,meskipun golput itu adalah pilihan juga. Hanya saja sayang saja jika hak suara tidak digunakan karena sangat berpengaruh terhadap perhitungan suara dan yang menentukan pemimpin berikutnya nanti. Toh memilih atau tidak, politik tetap berkepentingan terhadap roda kehidupan kita. Jadi manfaatkanlah sebaik baiknya hak suara anda.

Pemilukada kali ini memang sangat banyak menarik perhatian saya. Dulunya saya tak terlalu tertarik mengikuti berita berita yang berbau pilitik. Selain saya tak mengerti juga saya tak menyadari selama ini kepentingan politis saya sebagai warga negara. Kalaupn saya ikut memilih hanya karena ikut ikutan saja atau disuruh pilih yang ini atau yang itu. Jadi saya tidak pernah memilih berdasarkan kesadaran saya dan pengertian saya akan pentingnya berpolitik itu. Asal saya sudah coblos langsung pulang kerumah tanpa perduli siapa yang menang. Toh saya bukan bagian dari politik, itulah pemikiran saya.

Rupanya pemikiran saya selama ini adalah salah, setidaknya menurut saya. Saya terlalu apatis dan skeptis terhadap perubahan yang akan terjadi pada negara ini. Saya tak mau tahu, asal saya bisa bekerja menghidupi saya itu sudah cukup, masalah orang lain itu bukan urusan saya tapi pemerintah. Kenapa? Tentu ada penyebabnya! Mungkin selama ini saya tak pernah melihat ada contoh pemimpin yang baik yang bisa menjadi teladan bagi rakyat. Saya tak pernah menemukan pemimpin yang cukup merakyat mengakomodir kepentingan rakyat. Saya melihat para pemimpin itu hanya sebagai pelaku politik yang selalu membebani rakyat. Dan berita di media yang tak terlalu baik tentang para pemimpin ini.

Akan tetapi entah kenapa untuk pemilukada ini saya sangat tertarik untuk mengikuti beritanya. Saya rajin berburu berita yang berkaitan dengan pemilukada ini. Juga mengikuti berita tentang para pemimpin atau pejabat lainnya. Saya mulai tertarik dengan berita berita yang berbau politik. Semakin banyak saya baca semakin banyak saya tahu. Terutama ketidakadilan dan ketidakmerataan kesejahteraan di negeri ini akibat pejabat yyang korup! OMG! Hati saya mulai terusik bahwa negara ini butuh pemimpin yang bisa membawa pembaharuan terutama dalam menyejahterakan khalayak banyak yaitu rakyat Indonesia.

Tanpa saya harus menyebutkan siapa calon yang pantas, tapi saya bisa melihat berdasarkan pengamatan saya, bahwa pemilukada ini bisa menjadi tolak ukur akan lahirnya suatu pembaharuan kepemimpinan yang lebih merakyat, lebih peduli sistem perekoniman kerakyatan. Karena sistem perekonomian berbasis kerakyatan inilah yang lebih tahan banting terhadap krisis keuangan. Sudah saatnya rakyat diperhatikan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebab rakyat adalah aset suatu negara yang tak ternilai. Jika rakyat sudah sejahtera maka negara bisa menjadi makmur sentosa.

Saatnya pulalah kita perduli akan hak suara kita untuk ikut menentukan pemimpin masa depan sesuai dengan pilihan kita. Bukan saatnya lagi tidak perduli apalagi hanya untuk mengambil untung demi kepentingan semata. Saatnya kita memilih pemimpin berdasarkan hasil atau kinerjanya. Kita butuh pemimpin yang kreatif dan innovatif, yang memiliki visi dan misi yang jelas dan mengemban tugas demi rakyat.

Bukan saatnya lagi kita memilih berdasarkan paksaan atau menjual hak suara demi selembar uang. Bukan pula saatnya kita memilih pemimpin yang mendahulukan kepentingan pihak tertentu. Sudah saatnya kita jeli akan pilihan kita sendiri. Informasi tentang para calon pemimpin inipun bisa dengan mudah kita dapatkan di media berita maupun internet. Supaya kita tak lagi dibutakan oleh permainan kotor politik selama ini hanya karena ketidaktahuan kita. Setidaknya kita bisa berbenah dari diri sendiri dulu sebelum melakukan hal hal besar. Supaya nanti kita tak menjadi bangsa yang hanya bisa menghujat pemimpin karena kegagalannya. Lah yang milih dulu siapa? Artinya kita tetap harus bertanggungjawab dengan hasil pilihan kita.

Pemilukada kali ini merupakan pembelajaran yang sangat berarti bagi saya. Meskipun saya hanya memahami sedikit soal dunia poltik ini, setidaknya saya sudah bisa membantu diri saya untuk menetapkan siapa nanti yang bakal calon pilihan saya, tanpa ada unsur pengaruh apalagi paksaan dari orang lain.Berkumis atau tidak, berbaju kotak kotak atau tidak, seiman atau tidak, sesuku atau tidak bukan itu yang akan menjadi dasar pemilihan saya. Tapi prestasi, kecerdasan dan kepekaan terhadap hal hal kecil itulah yang menjadi dasar saya memilih. Tentunya masing masing kita juga berhak membuat apa yang menjadi dasar pemilihan, asal nanti tidak menyesal dan berbalik menghujat!

Selamat memilih bagi warga ibukota!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s