Menulis Cerminan Hati

Sudah lama saya tidak menulis catatan,biasalah penyakit malas saya sedang kumat. Biasanya kalau sedang meradang begini, saya sangat bangga menyandang gelar ratu alasan. Seribu alasan bisa saya paparkan untuk membenarkan diri dari menghindar untuk menulis. Inilah itulah…Tapi kali ini alasan saya hanya satu, suasana hati sedang tidak mood, hehehehe…entah kenapa lama suasana hati saya ini tidak enjoy untuk menulis. Saya lebih banyak membaca berita dan mempostingnya. Tak menulis selain membuat status di fesbuk .

Suasana hati ini memang sangat mempengaruhi inspirasi dan motivasi menulis. Apapun yang mau dituliskan itu bisa tergantung mood. Jika mood baik maka yang dituliskanoun bisa mengalir indah dan lancar, sebaliknyahati yang kusut atau pikiran yang galau membuat tulisan akan mengalir tersendat sendat. Malah bisa berawal tapi tak berujung, atau bisa selesai tapi blur. Inilah yang saya alami. Bisa mengawali tapi ta bisa menuntaskan karena kegalauan pikiran saya.

Banyak hal yang ingin saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Tapi lompatan kata kata yang berkeluaran tak beraturan itu tak sanggup saya rangkai lagi kata demi kata. Akhirnya lepas terbuang begitu saja, menguap di pikiran. Inilah akibat suasana hati yang tak berhasil saya kelola. Dalam segala juga semuanya bersumber dari hati. Hati yang selalu bergejolak mengakibatkan hasil yang tak optimal. Apa yang saya tuliskan lebih kurang menggambarkan suasana hati saya. Saat hati saya sedang terkondisi seperti inilah saya menghindari menulis untuk mengurangi kesalahan saat merangkai kata kata.

Bagi saya menulis itu adalah membebaskan hati dan pikiran dari gejolak ini. Hanya saja tak segampang kita berbicara jika harus menuangkannya dalam tulisan. Apalagi tulisan yang bisa dibagikan ke orang lain, yang tentunya bisa bermanfaat bagi orang lain. Sebab apa yang saya tuliskan itu harus selaras dengan perbuatan saya. Supaya tak hanya mejadi teori yang mungkin enak dibaca tapi tidak mempunyai wujud dalam praktek. Itulah sebabnya saya menghindari menuliskan apa yang tidak saya alami, tapi hanya menjadikan sebagai tambahan saja.
Satu hal lagi, saya menulis itu dengan membebaskan diri kepentingan apapun. Saya hanya ingin menulis itu saja.

2 thoughts on “Menulis Cerminan Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s