Cinta

Mungkin di antara pembaca di sini ada yang pernah terjebak dengan situasi yang saya alami ini. Anggaplah ini sebuah drama kisah dua anak manusia yang terperangkap dalam hubungan terlarang. Hubungan tanpa status, bukan teman bukan pula kekasih, antara ada dan tiada. Bagaimana rasanya? Tak terjabarkan mungkin bagi sebagian orang, tersimpan rapi di sudut hati yang paling dalam. Diceritakan bisa bikin malu disimpan menyesakkan dada. Diteruskan tak berujung, diputus tak terurai. Dilemma. Inilah situasi yang paling sulit. Antara mengikuti kata orang atau mendustai kata hati. Inilah pergumulan, perdebatan serta harapan yang tak pernah menepi.

Adakah kita tahu kapan cinta itu datang kemudian pergi? Adakah kita pernah menduga suatu waktu bertemu seseorang dan kita tertarik akannya? Siapa yang bisa mengelakkan rasa suka? Siapa yang bisa mengurai chemistry? Siapa yang mau menghindari sukacita? Siapa yang mengingini kesepian? Siapa yang tak mau bahagia? Dan bila seseorang yang mampir dalam hidupmu ternyata memberikan apa yang kamu inginkan selama ini?

Ada yang bilang kamu boleh mencintai siapa saja asal kamu simpan di hatimu.Agak aneh memang, ada cinta tapi tak mesti diungkapkan cukup dirasakan. Tapi mampukah kita bertahan dengan gejolaknya? Panasnya bara cinta itu? Tentu yang saya maksud adalah jika cinta itu terlarang. Meskipun tak ada satu hukumpun yang bisa menjerat orang yang sedang jatuh cinta. Inilah kenyataan yang sering dialami banyak anak manusia tapi tak berdaya mengatasinya.

Menurut saya, tak bisa disalahkan jika cinta itu datang menyapa, membuatmu bisa tersenyum. Tapi yang sering terjadi adalah jika emosi atau perasaan lebih dominanberbicara, inilah yang bikin kerepotan tadi. Main hati! Inilah yang membuat ada yang terluka. Ketika cinta berubah jadi rasa ingin memilikki, maka duri durinya pun mulai menusuk. Bukankan cinta itu seharusnya membebaskan? Membebaskan dari rasa terpuruk, rasa kesepian, rasa tak dianggap atau rasa lain yang meleburkan asa?Ah, itu bukan cinta tapi nafsu. Tapi adakah cinta yang berujung nafsu?
Saya hanya mencoba jujur dengan kata hati. Bagi saya cinta itu adalah sama bagi semua orang, yang membedakannya adalah perasaanya. Dan bagi saya tak ada sebenarnya cinta yang terlarang, yang ada adalah hukum yang membuatnya jadi terlarang. Cinta itu tak pernah pergi tapi perasanyalah yang berubah karena cinta itu berada di alam tindakan bukan perasaan.

Ini cinta saya mana cintamu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s