Komentar

Hampir semua media sosial itu ada kolom komentarnya. Tujuannya adalah supaya interaksi antara penulis dan pembaca bisa terjalin erat. Kolom komentar itu ibarat kita di posisi lawan bicara, jadi ada interaksi antar dua orang atau lebih. Hanya saja kalau saya perhatikan seringkali komentar komentar yang ada jauh dari topik yang disajikan penulis. Melenceng entah ke mana mana. Mungkin bagi sebagian orang yang sudah akrab itu tak jadi masalah, dan memang tak ada aturannya bahwa koemtar itu harus sesuai dengan topik. Tapi semakin banyak saya telusuri soal perkomentaran ini, semakin banyak yang tak masuk akal bagi saya. Meskipun ada yang terkesan lucu lucuan memang tapi ada juga yang sampai maki makian, duh!

Dari komentar yang masuk ke catatan kita memang bisa kita tahu kira kira karakter pembaca ini. Apakah memang tak mengerti topik yang dibicarakan, apakah memang tak niat komentar yang penting eksis, macam macam motivasi orang. Tapi menurut saya berkomentarpun itu perlu ada etikanya. Meskipun ini era cyber di mana orang bebas mengekspresikan pendapatnya bukan berarti kita bsia berkomentar seenak udel kita, terlebih lagi kita tak mengenal si penulis, tapi kita langsung berkomentar sok akrab sok dekat. Tak hanya itu banyak juga saya baca komentar koemntar yang sengaja menjatuhkan penulisnya, kalau ini jelas jelas tidak memiliki motivasi menghargai si penulis.

Komentar itu ibarat tulisan juga, yang bermutu biasa menjadi komentator yang selalu kita harapkan. Ada orag yang memaksakan memberi komentar padahal jelas berlawanan dengan topik yang ada, dan itu muncul di komentar paling atas pula. Dalam berkomentar itu perlu ada trik dan tipsnya juga, supaya komentar kita tidak berpotensi memancing sentimen terhadap orang lain. Cobalah baca dulu tulisan yang ada dengan baik, kemudian coba tunggu sampai komentator yang lain mengomentari, jadi kita bisa mengikuti ke mana arah pembicaraan topik tersebut. Sehingga apa yang kita komentari tak terbuang sia sia, atau hanya seperti tong kosong nyaring bunyinya. perlu juga kita amati, karakter si penulisnya ini seperti apa. Ingat, seorang admin yang ada di belakang layar komputer itu adalah manusia. Selayaknya sebuaah tulisan yang ada di media sosial itu kita perlakukan seperti manusia juga, artinya pakai akal pakai perasaan juga. Jangan komentar hanya seenak maunya kita dengan alasan kebebasan berekspresi.

Saya beberapa kali mengalami komentar yang tak nyaman di catatan saya. Memang saya tak bisa membatasi orang mau berkomentar apa, karena tulisan itu dibuat untuk publik. Kalau sudah keterlaluan biasanya saya hapus saja, kalau masih meresahkan hati saya, biasanya pemilik akunnya saya blockir saja. Beres! Memangs sih bukan solusi yang baik tapi itulah jalan pintas yang paling cepat untuk menghindari saling tidak enakkan di tulisan berikutnya. Saya sendiri selalu berusaha jika mau berkomentar di catatan orang lain, terlebih saya pikirkan dulu, apakah pemilihan kata kata saya akan menyinggung orang lain atau tidak. Biasanya saya lihat reaksi dari komentar penulis dan pembaca lainnnya. Jika saya di cuekin berarti ada tak berkenan. Saya cepat cepat mengkoreksi diri demi pertemanan selanjutnya. Memang kelihatan sepele tapi efeknya bisa dasyat terhadap orang lain. Jadi supaya interaksi bersosial media lebih nyaman ada baiknya kita berhati hati, ingatlah bahwa kita berhadapan dengan manusia juga, jadi perlakukanlah layaknya seperti berbicara di dunia nyata muka ketemu muka. Tetaplah sopan dan menghargai lawan bicara kita…cemmana,cocok kam rasa?

2 thoughts on “Komentar

  1. Membaca ini saya jadi pingin berkomentar sedikit,nih….Saya sepakat tentang adanya kode etik dalam memberi komentar,karena hal tersebut dapat menjadi hal yang penting yang berkaitan dengan bagaimana cara pandang dan keinginan yang muncul si komentator. Hendaknya komentar didasari logika pemikiran yang jernih dan terarah sehingga tidak hanya menjadi saling menimpali yang terkadang jauh dari topik yang disajikan.

    Salam kreatif…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s