Perasaan

Setiap manusia memiliki yang namanya perasaan. Perasaan ini terkait dengan emosi seperti rasa bahagia, rasa takut, rasa marah, rasa cemburu, rasa sayang, rasa sedih dan rasa rasa yang lain. Perasaan ini biasanya berubah ubah tergantung kondisi yang yang mempengaruhi kondisi seseorang pada saat itu. Kita sering menyebut bahwa wanita lebih sering menggunakan perasaannya dari pada pikiran atau logikanya. Itulah sering menjadi tidak rasional dengan alasan yang bisa dimengerti oleh oranglain. Misalnya mendadak menangis padahal dia sedang bahagia, atau ngambek berkepanjangan padahal sudah ada solusi pada masalahnya. Hal ini terkait denga hubungan dengan lawan jenis biasanya.

Tapi tunggu dulu, apa iya benar wanita saja yang menggunakan perasaannya untuk mengatasi emosinya? Sepertinya engga deh! Dalam hal perasaan ini saya yakin pria juga sebenarnya menggunakan perasaannya tak jauh beda dengan kaum wanita. Hanya saja mungkin lebih terkontrol atau lebih tersembunyi dengan sosok wajah yang dibuat tegas. Padahal dalam hati siapa yang tahu? Sampai ada istlah “wajah ramboo hato rinto’ untuk meenyebut para pria yang berhati melow ini. Wanita memang lebih ekspresif dan meledak ledak dalam mengungkapkan perasaaannya, sementara pria lebih tersembunyi tapi jelas maksudnya tujuannya. Tidak seperti wanita yang lebih memendam maksud dan tujuan yang diinginkannya. Itulah sedikit perbedaannya, mungkin ya!

Seorang sahabat pria saya, yang oleh sesuatu perselisihan di antara kami mengungkapkan perasaanya dengan sangat menyentuh perasaan saya. Ketika itu ada satu janji yang saya ingkari karena pertimbangan beberapa hal. Merasa tertolak sahabat pria saya ini hanya terdiam, tak bersuara yang membua t saya bingung, apakah saya dimaafkan atau tidak. Ketakutan saya adalah dia akan memutus hubungan kami karena kecewa. Rupanya kekhawatiran saya terbaca olehnya dan mengatakan tidak akan memutus hubungan dengan saya. Pada saat itulah saya merasakan dia cukup dewasa tak mengambil keputusan gegabah. Pada saat itu juga dia menyatakan juga kekecewaanya terhadap rasa, rasa marahnya, rasa kesalnya, rasa dipermainkan oleh saya. Saya hanya terdiam sedih, bahkan menangis. Di situ saya melihat bahwa seorang priapun hatinya bisa sangat terluka, bisa merasa seperti terbodoh, tertolak, tertipu! Dan masalahpun selesai.

Sangat berbeda rasanya ketika saya yang menjadi pihak yang dibohongi. Saya hanya diam, merajuk tak jelas, tak mau terima telepon. Atau sms. Betah berdiam berhari hari. Memikirkan masalah sendiri. Bermain main dengan perasaan sendiri. Menangis sendirian sampai sesunggukan, sambil bertanya kenapa entah dengan siapa. Serba tak jelas.Mengasihani diri sendiri, merasa tak dicintai merasa tak diperlukan, disingkiran, dihina dan seribu perasaan lain yang mengacak acak hati. Merasa menjadi manusia yang paling diperlakukan tak adil sedunia. Ah, wanita… padahl ungkapkan saja seperti cara sahabat pria saya itu kan selesai masalahnya, tak menumpuk kayak kain kotor yang mau dicuci, hehehe…

Tapi ada hal positif loh yang saya bisa dapat dari hasil mengadu aduk perasaan ini. Biasanya wanita menjadi lebih kreatif menulis. Menulis tentang perasaannya tentunya, membuat cerpen, puisi atau cerita lain yang terkait denga curahan hati. Yah, contohnya seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Meskipun mungkin bukan tulisan yang kaliber best seller tapi setidaknya kepiawaian merangkai kata kata bisa terlatih dari hasil curahan perasaan ini. Bukankah kebanyakan tulisan juga berasal dari curahan hati yang tak terurai lagi dengan kata kata? Selama kita mampu mengelola perasaan ini menjadi emosi yang positif saya pikir sih sah sah jika perempuan didominasi perasaannya, toh pria juga mengalami hal yang sama kok, iya ga? Ini pendapat saya loh, pendapat oranglain juga bisa beda., namanya perasaan ataupun tanggapan masing masing orang kan beda beda ya. jadi mengelola perasaan dan emos menjadi lebih baik itu yang penting daripada membahas kenapa begini kenapa begitu…

Sebagai tambahan referensi bisa di baca juga

http://dewasastra.wordpress.com/2012/03/12/apa-yang-dimaksud-dengan-emosi/

http://riswantobk.wordpress.com/2011/05/02/definisi-perasaan-dan-emosi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s