Nakalnya Kamu, Eddy..!

Salah satu sahabat pria yang dekat dengan saya selama dua tahun terakhir ini namanya Eddy. Perkenalana saya dengan Eddy ini terbilang unik menurut saya. Pertama kali saya kenal Eddy itu di salah satu jejaring sosial. Pada saat itu Eddy meminta pertemanan yang saya setujui, dan kamipun berteman di dunia maya. Saya tak terlalu memeriksa profile setiap pertemanan saya di dunia maya. Biasanya yang lebih dulu saya baca adalah tulisan di dinding. Saya lebih tertarik berteman dengan seseorang dari membaca coretan coretan di dindingnya. Sebenarnya saat itu saya tak terlalu tertarik membaca dindingnya Eddy, karena isinya kebanyakan tentang masalah sosial politik. Kecuali satu yang membuat saya tertarik, Eddy sering memposting masalah pertanian dan keadaan petani di tanah air. Tapi hanya sampai di situ saja, selebihnya saya tak pernah bertegur sapa dengan Eddy apalagi memberi koment di dindingnya, karena menurut saya tulisannya terlalu rumit saya mengerti.

Sampai satu saat Eddy chatting dengan saya. Saat itu Eddy hany just say hi, menanyakan hal hal yang umum. Biasanya saya jarang menjawab chatting di media sosial, biasa saya cuek saja. Entah kenapa saya malah menjawab semua pertanyaan Eddy walaupun seadanya. Rupanya awalan chatting ini berkelanjutan ke chatting berikutnya dan berikutnya. Tak terasa saya jadi sering chatting dengan Eddy. Sekali sekali saya juga berkomentar di dindingnya. Inilah awal persahabatan kami. Membicarakan hal hal yang biasa sampai Eddy mulai berani memberikan komentar nakal tentang photo saya yang membuat saya hanya tertawa mendengarnya. Tak hanya itu Eddy juga mulai nakal berkomentar tentang tulisan di dinding saya, waktu saya tulis “pengen makan es krim”. Rupanya Eddy itu benar benar nakal di chatting dia tulis “saya punya es krim yang diemut ga abis abis sampai pegel”. Jujur pada saat itu saya tak paham maksudnya dan saya tak terlalu menanggapi itu hal yang serius, saya menganggap itu hanya sebuah lelucon. Sampai Eddy tulis lagi “ maaf ya, tadi saya bercanda soal es krim itu…jangan di masukin hati”. Saya hanya tersenyum sambil menjawab “engga kok, ga papa”. Tapi otak saya jadi berpikir!Oh, yang kamu maksud adalah…hmmm, ternyata kamu sangat nakal Eddy! Bisik hati saya.

Itulah awal dari persahabatan kami yang saya tak bisa bilang lagi sebagai persahabatan biasa. Saya merasa ada kekhususan persahabatan dengan Eddy di hati saya, entah apa itu…Ada satu lagi, saya tulis di dinding “ mau makan malam dulu”. Eddy memberi komentar “ sisakan aku sedikit dari suapan terakhirmu”. Sampai sekarang saya tak bisa lupa moment tulisan di dinding itu. Biasanya saya paling tak suka dengan koment koment nakal , tai entah kenapa saya bisa saja menerima kenakalan Eddy di setiap komentarnya. Dan persahabatan kami terus berlangsung sampai saat ini. Eddy masih saja suka bicara nakal, tapi saya masih menganggap itu suatu hal yang lucu saja. Entah apa yang membuat Eddy bisa menjadi istimewa di mata saya, dibandingkan sahabat pria saya yang lainnya yang sopan sopan. Mungkin ada benarnya juga kali ya kalau wanita itu suka bad boy. Ini saya alami sendiri. Saya bisa mentolerir kenakalan Eddy karena mungkin saya juga bisa kadang meresponinya dengan nakal tanpa takut disebut wanita murahan. Karena seolah olah ada tiran bagi wanita kalau berbicara tidak sopan dianggap perempuan murahan dan nakal. Yang boleh nakal itu pria tapi wanita tak boleh membalas dengan nakal pula.Tapi dengan Eddy saya tak merasakan seperti itu…Saya seperti menunggu sampai kapan batas kenakalan Eddy terhadap saya. Bukan bermaksud menantangi, tapi saya hanya mencoba logis bahwa segala sesuatu itu pasti ada batasnya. Bahwa senakal nakalnya pria pasti ada sisi kebaikannya yang lain, setidaknya bisa membuat saya tertawa. Meskipun saya tahu sikap seperti seperti kekanak kanakan. Bukankah kita semua memiliki sisi itu. Hanya saja tak pada semua orang bisa kita tunjukan. Saya yakin, Eddy berani bersikap nakal ke saya karena Eddy mungkin menganggap saya cukup dewasa menghadapai kenakalannya, hehehe..oh ya? Atau mungkin dia merasa bertemu orang yang sepadan nakalnya?Entahlah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s