Filed under Puisi

The Power of Love

Meskipun berulang luka kau torehkan di hatiku Takkan pernah mengubah rasa ini menjadi benci Tapi maaf… selalu kuberikan Itulah kekuatan cintaku padamu 🙂 Iklan

Kenangan

dulu jalan ini sering kita lalui bersama sejak kau pergi entah ke mana kutelusuri setapak demi setapak memunguti kenangan yang berserakan di antara serpihan hati yang berceceran

Luka

Setiap satu luka yang ditorehkan pria pada hati wanita seharusnya menjadi pembelajaran bagi wanita untuk bisa lebih menghargai diri sendiri

Sendiri

Sayangnya… Kemarau masih berkepanjangan Dan tetes air di ujung kelopak mataku Menggantikan tetes hujan Menemani kesendirianku 😦 hiks

Jimat

Di negeri yang keramat Masih penuh jimat Apa saja bisa diralat Yang baik bisa jadi jahat Belum tobat Sudah jadi pengamat Jadinya kadang sadar kadang kumat Apalagi di hari Jumat Akhirnya jadi kualat!

Selendang

Setiap sayatan luka yang kau torehkan Kubalut dengan satu selendang Kalau masih kau torehkan Kali ini akan kutendang! Paham sayang? 🙂

Sarung

Kalau kau memutuskan untuk pergi Pergilah…sayangku Tinggalkan aku Aku takkan meratapi Jika itu maumu Hanya saja Kuingatkan kau Jangan lagi tinggalkan sarungmu Di kamar ini Sebab itu selalu menjadi alasanmu Untuk kembali lagi Besok kalau masih tertinggal juga Akan kupaketkan lewat Tiki saja Atau biar kuantar sendiri… Cemmana cocok kam rasa?

Kemarau

Kalau kemarau ini masih membuatmu galau Kemarilah mendekat sayangku Biarkan kubisikan kata rinduku padamu Tak usahlah lagi kau ragu Meskipun kemarau membuat berdebu Degup jantungku tetap berderu Melihatmu tetapku menggebu Tak berubah cintaku padamu… Percayalah…sayangku Kemarau akan berlalu Tapi tidak cintaku Padamu! ~sambil menanti hujan di malam minggu…

merenda senja

Dari semua nomor yang ada di hapeku Yang tidak aktif hanya nomormu… Padahal aku menyimpan delapan Terdudukku sambil merenda senja Dengan mata berkaca kaca Ditemani mas Gatot kaca… ~Selamat datang duhai malam…